Bijak dalam Menggunakan Energi

By admin1
In Adiwiyata
October 24, 2016
0 Comments
257 Views

Oleh : Masruhin Bagus, M.A

Waka Kesiswaan SMPIT Al Uswah Tuban

isi-pulsa-listrikAluswahtuban.com – Saya tidak pernah membayangkan bagaimana seandainya listrik itu padam selamanya, atau menyalanya hanya beberapa jam saja, mungkin kita akan kembali ke zaman purba, kembali ke zaman primitif, yang kalau ingin memasak atau menyalakan api harus menggosok-gosokkan batu dengan batu untuk membuat percik api. Ya, hidup manusia akan serba sulit. Tidak ada penerangan, dimana-mana gelap. Belum lagi, jika di dunia ini sudah tidak ada lagi bahan bakar minyak. Bensin, solar, dan jenis bbm yang lain langka dan hilang. Maka kita akan kembali ke zaman dahulu kala, pergi kemana-kemana menggunakan kendaraan kuda, sapi, kerbau dan sejenisnya. Kita akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk perjalanan dari kota ke kota. Tentunya lebih lama. Sehingga saya sangat bersyukur belum pernah mengalami zaman seperti yang saya bayangkan dan semoga kita tidak akan mengalaminya.

Hari ini kita hidup pada masa dimana sumber energi masih melimpah. Karena sumber energi yang melimpah tersebut, manusia menjadi kreatif yang mampu melahirkan karya-karya yang dapat memanjakan hidup manusia. Hampir semua peralatan rumah tangga, kendaraan, dan lain-lain mengandalkan energi. Energi listrik maupun bahan bakar minyak. Hidup manusia semakin mudan dan instan, mau apa saja tinggal putar dan tekan tombol. Artinya, manusia semakin bergantung dengan sumber energi tersebut. Saking terlenanya manusia dengan kemudahan-kemudahan tersebut, manusia cenderung berlebihan, dan tidak berpikir untuk berhemat.

Energi memang harus dihemat dengan bijak dan efisiensi. Karena secara umum energi dibagi menjadi dua, yaitu energi yang dapat diperbaharui dan energi yang tidak dapat diperbaharui. Energi yang dapat diperbaharui seperti yang sudah tersedia di alam  semesta. Energi yang satu ini memiliki jumlah yang sangat berlimpah bahkan jumlahnya sangat tidak terbatas. Karena jumlahnya yang tidak terbatas inilah maka energi yang satu ini dapat dinikmati secara gratis dan siapapun bisa menikmatinya. Contohnya seperti air, panas matahari, angin, udara, dan lain-lain.

Sedangkan energi yang tidak dapat diperbaharui adalah energi yang stoknya terbatas dan akan habis lama kelamaan jika manusianya tidak dapat mengefisiensi penggunaannya. Karena pasokanya yang sangat terbatas inilah maka sebagian besar sumber daya yang tidak dapat diperbaharui mempunyai harga yang sangat mahal. Contohnya seperti : BBM, biodiesel atau bahan bakar lain yang menggunakan fosil. Karena energi tersebut dapat habis.

Energi yang ada, baik energi yang dapat diperbaharui ataupun tidak dapat diperbaharui haruslah kita gunakan dengan baik dan menghematnya. Kita bisa memulai penghematan energi dari hal yang terkecil. Misalnya : menggunakan air secukupnya, mematikan peralatan listrik bila tidak digunakan, memilih peralatan rumah tangga yang hemat energi, menggunakan kendaraan secara bersama-sama, dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Dan yang terpenting adalah merubah pola pikir dan pola hidup. Bahwa energi sangat penting dalam hidup manusia dan manusia harus bijak dalam menggunakannya. Kalau tidak, kita akan kembali menjadi manusia primitif di abad modern.(em/be)

Foto : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *