• ads

Indahnya Bersahabat dengan Alquranul Karim

By admin1
In Artikel
February 12, 2018
0 Comments
146 Views

aloleh: Fauzi Prayitno, M.A., Al Hafiz*


      Aluswah.com- Rasullah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bu-khari).

       Baris kalimat inilah yang sedimikian sering kita dapatkan ketika di mitivasi untuk akrab dengan Alquran.  Perkataan indah yang meng-gugah semangat yang bersumber dari sabda Rasul mulia yang berbunyi,

 خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

         Hadits ari Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, dengan motivasi Qur’ani inilah kepribadian Utsman bin Affan terbentuk. Ayat-ayat Alquran menghadirkan kesan yang sedemikian mendalam di hatinya. Tersemai dan tertanam pada kepribadiannya. Menghaluskan hatinya dan mensucikan  jiwanya. Sehingga  terpancarlah akhlaq Qur’ani dari ruhnya. Jadilah ia manusia yang sangat berguna bagi sesamanya.

        Bagainama Utsman bin Affan belajar Alquran?, demikianlah pemaparan dari Abi Abdurrahman as-Sulami, ia berkata, “Para pembaca Alquran –semisal Utsman bin Affan, Abdullah bin Mas’ud, dll- bercerita kepada kami bahwa mereka belajar dari Rasulullah ﷺ 10  ayat. Mereka tidak menambah dari 10 ayat tersebut sampai mereka memahami makna kandungannya dan mampu mengamalkannya. Mereka berkata, ‘Kami mempelajari Alquran; memahaminya, sekaligus mempraktikkannya. Oleh karena itu, para sahabat butuh beberapa waktu untuk menghafalkan satu surat Alquran.

          Begitulah Utsman bin Affan belajar Alquran dari Rosululloh. Ayat demi ayat di pelajari, difahami dan di amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Cerita pembelajaran yang dilalakukan Utsman bin Affan menjadikan ia me-miliki untaian kalimat penyemangat hidupnya bersama Alquran.

al 2        Tercatatlah perkataan Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, “Bagian dunia yang kucintai ada tiga: (1) mengenyangkan orang yang lapar, (2) memberi pakaian mereka yang tak punya, dan (3) membaca Alquran”. (Irsyadul Ibad li Isti’dadi li Yaumil Mi’ad, Hal: 88).

             Dalam kesempatan lainnya, Utsman berkata, “Ada empat hal ketika nampak merupakan keutamaan. Jika tersembunyi menjadi ke-wajiban. (1) Berkumpul bersama orang-orang shaleh adalah keutamaan dan mencontoh mereka adalah kewajiban. (2) Membaca Alquran adalah keutamaan dan mengamalkannya adalah kewajiban. (3) Menziarahi ku-bur adalah keutamaan dan beramal sebagai persiapan untuk mati ada-lah kewajiban. (4) Dan membesuk orang yang sakit adalah keutamaan dan mengambil wasiat darinya adalah ke-wajiban”. (Irsyadul Ibad li Isti’dadi li Yaumil Mi’ad, Hal: 90).

         Sedangkan kalimat-kalimat penuh hikmah dari Utsman bertutur tentang Alquran. Ia berkata,“Jika hati kita suci, maka ia tidak akan pernah puas dari kalam Rabbnya.” (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, bab al-Adab wa at Tasa-wuf).

Utsman bin Affan  juga mengatakan, “Sungguh aku membenci, satu hari berlalu tanpa melihat (membaca) Al-quran.” (al-Bidayah wa an-Nihayah oleh Ibnu Katsir, 10: 388).

       Utsman bin Affan mengajarkan kepada kita tentang hal-hal yang harus menjadi perhatian kita. “Ada 10 hal yang disia-siakan: Orang yang berilmu tapi tidak ditanyai. Ilmu yang tidak diamalkan. Pendapat yang benar namun tidak diterima. Senjata yang tidak digunakan. Masjid yang tidak ditegakkan shalat di dalamnya. Alquran yang tidak dibaca. Harta yang tidak diinfakkan. Kendaraan yang tidak dipakai. Ilmu tentang kezuhudan bagi pencinta dunia. Dan usia panjang yang tidak menambah bekal untuk safarnya (ke akhirat).” (Irsyadul Ibad li Isti’dadi li Yaumil Mi’ad, Hal: 91).

       Inilah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Kholifah rasyid yang keempat. kebersamaannya begitu akrab dengan Nabi yang mulia, Rosululloh Muhammad. Ia adalah di antara sahabatnya yang berkesempatan menikahi dua putri Rasulullah  sehingga mendapatkan gelar Dzu Nuroin (yang memiliki dua cahaya).

       Kemulian akhlaq Utsman bin Affan dan keistimewaanya di hadapan Rasululloh tumbuh dari firman Allah Ta’ala,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29).”

     Rasulullah ﷺ bersabda, “Di antara murid-murid Utsman bin Affan yang paling terkenal adalah Abu Abdurrahman as-Sulami, al-Mughirah bin Abi Syihab, Abu al-Aswad, dan Wazir bin Hubaisy.” (Tarikh al-Islami oleh Imam adz-Dzahabi, 1: 467).

Quote Utsman Tentang Alquran

Sejarah telah mencatat, tidak jarang, Allah al-Hakim mewafatkan seseorang sedang melakukan kebiasaannya ketika hidup. Demikian pula yang terjadi pada Utsman. Ia amat dekat dan selalu bersama Alquran. Hingga ia wafat pun sedang membaca Alquran.

         Dari Sufyan bin Uyainah, dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah ﷺ apabila duduk, maka Abu Bakar duduk di sebelah kanannya, Umar di sebelah kirinya, dan Utsman di hadapannya. Ia menulis rahasia Rasulullah ﷺ.” (Tarikh Dimasy oleh Ibnu Asakir, 26: 344). (Crew/ed).

*Manager Tarbiyah LPIT Al Uswah Tuban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *