• ads

Mempertahankan Patriotisme itu Final

By admin1
In Tokoh
February 12, 2018
0 Comments
136 Views

oleh: Dr. Supiana Dian Nurjahyani, M. Kes*


pat

dok. google.id

       Aluswah.com-Di era abad milinieum ini banyak isu-isu yang terjadi di tanah air kita yang semuanya bermuara pada masalah kesadaran berbangsa dan bernegara, sehingga di sekolah-sekolah di canangkan tentang pendidikan karakter sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara serta mempertahankan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dimulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

      Semua elemen dilibatkan untuk memepertahankan keutuhan NKRI, sehingga pada akhir-akhir ini banyak dilakukan deklarasi-deklarasi yang terakait dengan masalah tersebut mulai deklarasi anti narkoba, deklarasi anti radikalisme, deklarasi kesadaran berbangsa dan bernegara. Masalah kesadaran berbangsa dan bernegara tidak bisa terlepas dari masalah nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme menekankan masalah cinta tanah tanah air sedangkan pratiotisme menekankan pada masalah kesetiaan dan loyalitas  terhadap negara.

       Patriotisme  berarti sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan ( Wiki-pedia). Istilah patriotisme berarti rasa kecintaan dan kesetiaan seseorang pada tanah air dan bangsanya. Cinta tanah air merupakan sebagian  dari iman sebagai wujud rasa syukur kita  kepada Allah SWT maka kita harus mencintai tanah air, bangsa dan negara kita.

        Menurut Novitasari, dkk, (2013) nasionalisme berbeda dengan patriotisme karena patriotisme mengandung arti perbuatan membela dan mempertahankan negara diwujudkan dalam bentuk kesediaan berjuang untuk menahan dan mengatasi serangan atau ancaman terhadap bangsa. Pemahaman nasionalisme dan patriotisme ini harus di tanamkan sejak dini melalui pendidikan dalam keluarga maupun di sekolah dan juga dalam kehidupan bermasyarakat. Di sekolah dapat dikembangkan melalui mata pelajaran PPKn.  Bagaimanakah untuk memper-tahankan patriotisme?

        Sikap patriotisme ini sudah ada dalam diri bangsa Indonesia sejak jaman penjajahan, banyak para pahlawan yang berjuang dan rela gugur dalam mempertahankan tanah air dan negara Indonesia. Semangat sumpah pemuda merupakan kekuatan moral yang sangat besar yang tertanam dalam diri pemuda Indonesia pada waktu melawan penjajahan. Rasa cinta tanah air, bangsa serta bahasa yang di wujudkan dalam ikrar Sumpah Pemuda yang menyatakan  Putra-putri Indonesia yang mengaku bertumpah darah yang satu tanah Indonesia, mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia, ikrar ini merupakan perwujudan sikap pratiotisme yang menggelorakan semangat juang dalam melawan penjajahan, sehingga dengan sikap pratriotisme ini bangsa Indonesia berhasil melawan penjajahan dan merebut kemerdekaan kembali.

         Implementasi pratiotisme di berbagai bidang bisa dimulai dari  keluarga, sekolah dan masyarakat. Dalam mengimplementasikan patriotisme ini tentu tidak terlepas dari faktor eksternal dan internal serta kendala-kendala dalam menanamkan sikap dan nilai  patriotisme. Nilai patriotisme harus ditanamkan sejak di usia dini mulai di kehidupan keluarga seperti sikap taat dalam menjalankan ibadah, sikap disipilin, sikap saling menyayangi, rela berkorban untuk mewujudkan karakter bangsa.

          Pendidikan karakter ini nanti dikembangkan di sekolah melalui mata pelajaran PPKn mulai pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, dengan demikian pewarisan nilai patriotisme ini dapat tertanam sejak dini sehingga bisa memfilter pengaruh negatif  berasal yang dari luar. Penanaman nilai patriotisme ini bisa dilakukan melalui kegiatan secara langsung seperti kegiatan upacara, latihan kepemimpinan, menciptakan dan menjaga kerukunan antar umat beragama, pemberian ucapan kartu selamat hari raya bagi yang melaksanakan, kegiatan membantu bencana alam, menjaga kebersihan lingkungan sekitar,melestarikan budaya, menggunakan produk dalam negeri, melestarikan budaya, memelihara nilai-nilai luhur, aktif dalam mengisi pembangunan nasional. Penanaman nilai patriotisme ini akan berdampak pada sikap dan perilaku  anak didik kita.

          Pada era globalisasi ini sikap patriotisme mengalami perubahan dan cenderung memudar, hal ini bisa dilihat misalnya pada kegiatan upacara bendera pada peringatan hari pahlawan yang merupakan wadah untuk mengenang dan memperingati jasa para pahlawan, banyak yang pada ramai sendiri dan tidak bisa mengikuti dengan kidmad, sehingga perlu disadarkan kembali akan nilai dan sikap patriotisme.

         Mempertahankan patriotisme merupakan suatu upaya yang harus dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia, upaya mempertahankan bisa melalui berbagai bidang karena mempertahankan akan lebih sulit daripada menumbuhkan sikap patriotisme ini. Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah menanamkan kesadaran rasa ikut memiliki tanah air dan negara sejak dini pada anak bangsa. Karena dengan kesadaran ikut memiliki tentu dalam diri akan tertanam rasa cinta untuk ikut menjaga tanah air dan negara ini, sehingga bila ada ancaman dan serangan akan membangkitkan jiwa cinta dan setia terhadap tanah air dan negara ini, sehingga secara otomatis jiwa patriotisme sekaligus jiwa nasionalismenya akan terpanggil untuk berjuang membela dan mempertahankan tanah air dan negaranya, serta membela bangsanya dari segala ancaman dan serangan.

           Untuk dapat mempertahankan patriotisme ini harus memahami nilai patriotisme, makna patriotisme dan sikap patriotisme. Disamping itu untuk mempertahankan patriotisme harus mengetahui hambatan-hambatannya baik dari faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal yang menghambat untuk mempertahankan patriotisme antara lain arus globalisasi yang berdampak pada moral pemuda, dampak  perkembangan teknologi yang merubah budaya bangsa, pengaruh paham liberalisme dari luar (Irfan, 2012). Faktor Internal yang menghambat untuk mempertahankan patriotisme antara lain sikap keluarga yang tidak mencerminkan sikap patriotisme, sikap mengkultuskan suku tertentu, rendahnya kesadaran berbangsa dan bernegara, sikap apatis terhadap tanah air dan bangsa.

*Rektor Unirow Tuban, Jawa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *