• ads

Meneguhkan Tekad, Memantapkan Hati dengan Emotional Spiritual Quotient

By admin1
In Berita
May 24, 2017
0 Comments
146 Views

esq (3)Tuban, Menatap Ujian Nasional (UN) yang sebentar lagi dilakukan pada 15-17 Mei 2017 dan Ujian Sekolah. Jajaran tim pengajar kelas enam menggelar malam tafakkur. Seluruh siswa kelas enam SDIT Al Uswah Tuban sejumlah seratus siswa hanyut dalam keheningan malam tafakkur di lapangan atas sekolah. Acara yang juga dihadiri oleh seluruh wali murid kelas enam ini mengangkat tema “Memantapkan Hati dengan Emotional Spiritual Quotient (ESQ)”.

Telah menjadi satu rangkaian acara wajib setiap tahunnya dalam menyabut ujian nasional yakni malam tafakkur, mabit, doa bersama, dhuha berjamaah dan bimbingan konseling. Segala upaya kerohanian dilakukan untuk kemantapan hati siswa agar dalam mengerjakan setiap soalnya mantap tanpa ragu dan percaya diri. Psikis-nya tenang tidak panik. Rangkaian demi rangkaian agenda disuguhkan. Demi kesuksesan mereka menghadapi UN.

Tim kelas enam berusaha keras menggapai tujuan bersama untuk ketuntasan mereka. Setiap harinya bimbingan demi bimbingan telah menjadi rutinitas keseharian. Dan, malam ini  kami meneguhkan kembali tekad mereka dengan berdoa meminta kepada Allah sang maha pengabul doa. Ujar Ustazah Ipa, selaku ketua pelaksana.

Ustazah Ipa memaparkan, Kami sengaja mendatangkan seluruh wali murid dengan tujuan mereka (wali murid, red) mempunyai tekad yang sama dengan kami (pengajar) di sekolah untuk terus mengawal belajar anak-anak. Pengajar, orangtua dan anak satu kesatuan dalam menggapai tujuan. Kami inginkan tercipta kerjasama kolektif kolegial. Saling menguatkan dan membangun. Demi masa depan anak-anak.

Dalam membangun masa depan anak-anak tak cukup hanya giat belajar. Perlu memperbaiki pola ibadah kita kepada Allah. Mendekatkan diri kepada-Nya dengan giat berdoa bermunajat setiap waktunya.

Terima kasih atas segala semangat, dukungan moril dari seluruh jajaran pengajar dan orangtua selama ini. Terimakasih atas usahal yang telah kita lalui bersama. Sebentar lagi anak-anak akan meninggalkan sekolah ini. Dengan segala kenangan indah yang telah mereka ukir. Kenangan yang tak akan mereka lupakan sepanjang hidupnya. Kata Kepala Sekolah, saat sambutan didepan siswa dan wali murid, Jumat (13/5) malam.

esq (2)Malam ini, lanjut Ustaz Sahlan, semakin menambah ESQ kalian untuk menjadikan generasi yang saleh-salehan, kompeten, patuh kepada orangtua kalian. Dalam setiap derai langkah kita, pastikan meminta restu orangtua dan berdoa kepada Allah. Patuhlah kepada orangtua. Semoga Allah selalu memudahkan segala urusan baik kita. Mudah-mudahan kebersamaan ini bukanlah yang terakhir. Sukses selalu buat kita semua.

Dalam mengisi malam tafakkur semakin berkesan. Tim mendatangkan ahli trainer ESQ dari Lamongan, Ustaz Ahmad Ridwan. Beliau menyampaikan, hal esensial bagi muslim, pertama, terdapat di QS Adz-Dzaariyaat 56, yang mengajarkan kita agar mampu menjadi pengabdi kepada Allah. Kedua, di QS Al-A’raaf 172,  yang mengandung arti agar anak mampu memenuhi perjanjian ruh. Ketiga, di QS-Al Kahfi 7, yang berpesan akan manusia yang tidak ada yang bebas dari ujian.

Dalam mendidik anak, Ia melanjutkan, jika kita mendidik dengan baik sesuai kaidah Alquran, pesan yang diterima oleh anak dari kita akan diterima dengan mudah. Kita akan gampang dalam menanamkan nilai-nilai luhur. Anak gampang kita atur dan arahkan. Dan, ini alquran telah menyampaikan. Namun, perlu pengorbanan yang lama. Baik waktu, tenaga dan dana. Perlu kerjasama antara orangtua, anak dan pengajar di sekolah.

Tanggungjawab terletak di ayah. Terutama dalam memilih pendidikan yang baik bagi anak. Anak merupakan investasi yang tak pernah padam. Jika kita salah dalam mendidik anak, akan berdampak bagi kita. Pun sebaliknya. Kita harus bisa memilih pendidikan yang bisa membuat karakter anak menjadi saleh. Tak ada istilah orangtua rugi dalam menyekolahkan anaknya. Pasti ada jalan dari Allah. Teguhkan hati. Ujarnya saat mengisi ESQ, Jumat (13/5) malam.

Doakan selalu anak kita. Karena ada tiga doa yang mustajab. Pertama, doa orang yang teraniaya. Kedua, musafir. Ketiga, doa orangtua ke anaknya. Tutupnya. (Fahry*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *