• ads

Menjadi Ayah yang Ideal Dambaan Keluarga

By admin1
In SDIT Al Uswah
February 21, 2018
0 Comments
141 Views
IMG_4342

dok. Fah/SDIT

       Aluswah.com-Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah Tuban benar-benar memberikan fasilitas yang prima kepada walimuridnya. Ini dibuktikan dengan agenda Parenting Skill khusus ayah yang dimotori oleh pengurus Pertemuan Orangtua Murid dan Guru (POMG) pusat SDIT Al Uswah Tuban. Acara yang bertajuk “Ayah Ada Ayah Tiada” berlangsung di gedung Asrama Haji Puri Indah Latsari Tuban, Sabtu, 6 Januari 2018. Dengan Master Trainer tersohor,  Ahmad Arqom, S. Sos, dari Surabaya.

         Tujuan parenting skill yakni Meningkatnya pemahaman dan tanggung jawab orangtua, meningkatnya sinergi antara sekolah dan orangtua, Orangtua mampu mendekatkan diri kepada Allah SWT, Orangtua mampu mengenali gaya belajar anak dan mampu memberikan pendampingan terhadap anak dengan tepat, dan orangtua mampu membangun kasih sayang, keakraban, dan kedekatan dengan anak sehingga mempunyai motivasi belajar yang tinggi

        Pelatihan parenting ini disuguhkan untuk membuat para orang tua siswa (khsusunya ayah, red) bisa bersinergi dengan sekolah secara sempurna. Sebab, proses sinergi yang baik akan membuat tujuan bersama yakni prestasi siswa bisa bersama didukung oleh orangtua.

IMG_4410

dok. Fah/SDIT

       Program ini dirancang tim kreatif dan inovasi POMG dan guru SDIT Al Uswah Tuban dengan tujuan pengembangan sekolah. Hal ini tertuang pada program paket yang terakselerasi dalam berbagai modul untuk menghasilkan target capaian yang telah ditetapkan.

       Momen yang tepat saat pembagian raport juga sengaja diracik untuk lebih memahamkan lagi bahwa pendidikan itu tak hanya diukur dari nilai yang ada di hasil kertas saja. Melainkan hal penting lainnya juga harus diraih oleh siswa yakni ahlak, ibadah, kompetensi individual, dan skill masing-masing siswa. Sehingga siswa mampu menyerap apa inti dari pendidikan.

     Membangun dunia pendidikan tidaklah bisa sepenggal demi sepenggal. Semua harus saling mendukung dan terlaksana secara berkesinambungan. Agar program-program penyegaran pendidikan dapat menghasilkan anak didik yang hebat.

       Hal tersebut dapat tercapai dengan program yang dilakukan oleh segenap pihak, meliputi: pembangunan sistem sekolah berbasis mutu, pemantapan peran wali murid, komunikasi yang intensif.

     Sosok ayah dalam sebuah keluarga tentu adalah sebagai pemimpin dalam keluarga. Pemimpin dari isterinya dan anak–anaknya juga. Dan sejatinya, Allah menciptakan manusia untuk menjadi Khalifah atau pemimpin di muka bumi ini.  Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al–An’am ayat 165 sebagai berikut:

    Artinya: “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

       Peran ayah dalam keluarga ini juga tidak lepas dari menjadi suami yang baik. Menjadi suami yang baik ini bisa ini maksudnya menjadi pribadi yang adil dan juga bertangggung jawab terhadap keluarga. Dalam Surat An-Nisa ayat 129 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

      Artinya: “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

      Firman Allah di atas tersebut ditujukan pada laki–laki yang memiliki isetri lebih dari satu. Dan apabila ada yang ingin memiliki lebih dari satu isteri, maka janganlah cenderung pada satu isetri saja dan menyakiti isteri yang lain.

      Menjadi ayah harus berwawasan luas. Sepintar apapun isteri, tetap ada kondisi dimana istri membutuhkan saran dan masukan dari ayah. Pendidikan anak tidak bisa diserahkan semuanya kepada isteri. Ada kondisi dimana ayah membantu dan mengajarkan pelajaran tertentu. Ayah yang abai dari anak-anak tidak akan dekat secara emosional dengan mereka.

       Ayah juga harus bisa mengayomi keluarga, memiliki sifat kasih sayang dan lembut kepada keluarga. Dalam surat Ali Imran ayat 159 Allah berfirman:

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *