• ads

Pentingnya Bermain Bagi Anak

By admin1
In Artikel
April 3, 2018
0 Comments
90 Views

oleh: Sri Indah Rinawati, S.Pd
yusAluswah.com-Ketika anak-anak Kelompok Bermain Islam Terpadu (KB IT) Al Uswah Tuban berkunjung di kebun pepaya. Ingatan saya melayang pada masa kecil kurang lebih 35-an tahun yang lalu. Dimana tempat itu masih berupa kebun tadah hujan yang di tanami kacang tanah, jagung dan singkong. Tempat itu merupakan tempat favorit anak-anak di kampung kami. Disaat musim panen, kami akan mencari sisa panen, istilah kami “gacar” adalah sesuatu yang menggembirakan bagi kami. Hasil dari gacar memang tidak seberapa, tapi saat itulah kami bisa berkumpul dan bermain sepulang sekolah. Tidak peduli terik matahari yang membakar wajah dan tubuh kami.

Tidak peduli dengan teriakan ibu-ibu kami yang menyuruh kita untuk tidur siang. Berlarian, jongkok, berteriak, berebutan dan tertawa sepuasnya. Bahkan merayap kami lakukan untuk mendapatkan lung kacang tanah yang tertinggal oleh para pemanen. Disaat tidak musim tanam, ladang itu kami jadikan tempat bermain kejar-kejaran, sepak bola dan bermain layang-layang bagi anak laki-laki.Tanpa kami sadari saat itulah kami belajar bersosialisasi, mengendalikan emosi, bermain peran, berlatih mandiri, fisik dan motorik jadi tuntas dengan kegiatan bermain yang kami lakukan.

Kita semua gemar bermain, terutama saat kita masih kanak-kanak. Bermain adalah aktivitas khas yang menggembirakan, menyenangkan dan menimbulkan kenikmatan. Bermain berbeda dengan aktivitas lain yang bersifat “serius” seperti bekerja atau belajar. Bermain selalu membahagiakan dan tidak pernah menjadi “beban”. Bila suatu aktivitas bermain sudah menjadi beban artinya aktivitas tersebut bukanlah lagi bermain.
Bagi anak usia dini, bermain bukanlah merupakan kegiatan main-main. Bermain adalah kegiatan pokok dan penting untuk anak, karena bermain bagi anak mempunyai nilai yang sama dengan bekerja dan belajar bagi orang dewasa. Artinya bermain merupakan sarana untuk mengubah kekuatan potensial yang ada dalam diri anak menjadi pelbagai kemampuan dan kecakapan dalam kehidupan anak kelak.

yus 1
Sebagaimana makan dan minum, bernapas dan tidur, kegiatan bermain sangat baik bagi kesehatan dan kesejahteraan anak. Melalui bermain, anak mendapatkan berbagai pengalaman untuk mengenal dunia sekitarnya. Dengan stimulasi bermain pula anak dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangannya, sehingga memberikan dasar yang kokoh dan kuat bagi pemecahan kesulitan hidupnya di kemudian hari. Anak-anak perlu menjelajahi lingkungannya melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. Kegiatan bermain berlangsung dalam jenis tertentu dengan tingkat yang berbeda-beda. Anak adalah pemimpin alami bagi permainan mereka sendiri.

James Sully dalam bukunya Essay on Laughter menyatakan, bahwa tertawa adalah tanda dari kegiatan bermain dan tertawa ada di dalam aktivitas sosial yang dilakukan bersama sekelompok teman. Artinya kegiatan bermain mempunyai manfaat tertentu. Hal yang penting dan perlu ada di dalam kegiatan bermain adalah rasa senang dan rasa senang ini ditandai oleh tertawa. Karena itu, suasana hati dari orang yang sedang melakukan kegiatan bermain, memegang peran untuk menentukan apakah orang tersebut sedang bermain atau bukan. Aristoteles berpendapat bahwa anak-anak perlu didorong untuk bermain dengan apa yang akan mereka tekuni di masa dewasa nanti. Sedangkan menurut Frobel, bahwa bermain dapat meningkatkan minat, kapasitas serta pengetahuan anak.

Fungsi dan manfaat bermain meliputi seluruh aspek perkembangan anak seperti diuraikan berikut:
a. Perkembangan Bahasa
Aktivitas bermain adalah ibarat laboratorium bahasa anak, yaitu memperkaya perbendaharaan kata anak dan melatih kemampuan berkomunikasi anak.
b. Perkembangan Moral
Bermain membantu anak untuk belajar bersikap jujur, menerima kekalahan, menjadi pemimpin yang baik, bertenggang rasa dan sebagainya.
c. Perkembangan Sosial
Bermain bersama teman melatih anak untuk belajar membina hubungan dengan sesamanya. Anak belajar mengalah, memberi, menerima, tolong-menolong dan berlatih sikap sosial lainnya.
d. Perkembangan Emosi
Bermain merupakan ajang yang baik bagi anak untuk menyalurkan perasaan atau emosinya dan anak belajar untuk mengendalikan diri dan keinginannya sekaligus sarana untuk relaksasi. Pada beberapa jenis kegiatan bermain yang dapat menyalurkan ekspresi diri anak, dapat digunakan sebagai cara terapi bagi anak yang mengalami gangguan emosi.
e. Perkembangan kognitif
Melalui kegiatan bermain anak belajar berbagai konsep bentuk, warna, ukuran dan jumlah yang memungkinkan stimulasi bagi perkembangan intelektualnya. Anak juga dapat belajar untuk memiliki kemampuan “problem solving” sehingga dapat mengenal dunia sekitardan menguasai lingkungannya.
f. Perkembangan Fisik
Bermain memungkinkan anak untuk menggerakkan dan melatih seluruh otot tubuhnya, sehingga anak memiliki kecakapan motorik dan kepekaan penginderaan.
g. Perkembangan Kreativitas
Bermain dapat merangsang imajinasi anak dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai idenya tanpa merasa takut karena dalam bermain anak mendapatkan kebebasan.

Rasulullah saw adalah contoh teladan yang baik dalam segala se¬suatu. Beliau bermain dengan anak-anak para sahabat, bercanda dengan mereka, menghibur dan mendorong mereka untuk bermain bersih dan menghibur diri dengan permainan yang dibolehkan. Memberi kesempatan kepada anak untuk bermain adalah suatu hal yang penting sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam bahasan memberi kesempatan bermain bagi anak dalam etika islam.

Berikut ini beberapa contoh teladan Rasulullah dalam bermian bersama dengan sahabat dan anak-anak dalam riawayat Hadits: Imam Ahmad dengan sanad hasan meriwayatkan dari Abdu ‘1-Lah bin Al-Harits ra, ia berkata: Rasulullah saw membersihkan Abdullah, Ubaidillah dan Kutsair Ibnu Al-Abbas ra kemudian beliau berkata, “Siapa yang lebih dulu sampai kepadaku, maka baginya ini dan ini (ha-diah)”, Abdullah dan Al-Harits berkata, “Maka anak-anak ter¬sebut bersaing lari kepada Rasulullah saw. sehingga ada yang terjatuh ke punggung beliau dan dadanya, beliau merangkul dan memanggu semuanya.”

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Jabir ra, ia berkata, “Saya masuk rumah Rasulullah saw, beliau sedang merangkak, dan di atas punggungnya Hasan dan Husain! ‘Beliau berkata, “Sebaik-baik unta adalah unta kamu berdua, dan sebaik-baik beban adalah kamu berdua”.

Amiru ‘1-Mu’minin, Umar bin Khaththab ra. berkata dalam riwayat Al-Baihaqi:
عَلِّمُوْاأَوْلاَدَكُمْ السِّبَاحَةَ٬ وَالرِّمَايَةَ ٬ وَمُرُوْهُمْ فَلْيَشِبُوْا عَلَى ظُهُوْرِ الْخَيْلِ وَثْبًا٠
“Ajarilah anak-anak kalian renang, memanah dan latihlah mereka menunggang kuda hingga mahir”.

Bertitik tolak dari kenyataan-kenyataan ini, maka para ahli pendidikan Islam dan orang tua hendaknya menyerukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak terhadap bermain, bercanda, beristirahat, setelah mereka belajar atau bekerja. (crew/ed)
*Kepala Sekolah KBIT Al Uswah Tuban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *