• ads

Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah

By admin1
In Tokoh
March 7, 2018
0 Comments
160 Views
per

sumber: www.google.com/image

oleh: Abdul Aziz Darji, Lc*


Nasab dan Kemuliaan Khadijah

Khadijah adalah wanita mulia yang lahir dari keluarga terpandang nasabnya, Khadijah binti Khuwalid bin Asad bin Abbdul Uzza bin Kusai bin Kilab. Sedangkan dari jalur ibunya: Fatimah, Zainab, Hallah bin Abdi Manah, maka dari nasab bapak ketemu di Kusai dan jalur ibu di Abdi Manaf. Khadijah lahir dari keluarga yang terpandang dan terpercaya.

Khodijah adalah ummul mukminin yang mulia sebagaimana firman Allah Swt  “Dan Istri-istri Nabi adalah ibu kaum mukminin” (QS. Al-Ahzab: 60), Khadijah adalah ummul mukminin (ibunya kaum musli-min), maka setelah nabi meninggal dunia tidak boleh menikahinya.

Diantara kemuliaan Khadijah adalah salah satu istri nabi yang paling dicemburui oleh Aisyah ra, sebagaimana ungkapan Aisyah: aku tidak pernah cemburu kepada istri-istri Nabi yang lain seperti kecemburuanku pada khadijah, sedangkan aku tidak pernah bertemu langsung dengannya, karena Nabi Muhammad Saw sering menyebut namanya, terkadang beliau menyembelih sembihan dan memotong dagingnya dan membagikannya kepada kerabat Khadijah, seolah tidak ada wanita lain kecuali Khadijah, Maka Nabi Muhammad Saw membanggakan Khadijah dengan ungkapan aku diberikan anaknya darinya, aku diberikan anugerah untuk mencintainya.

Diantara sabda Nabi yang menunjukkan kemulyaan Khadijah adalah: “Sebaik – baik wanita di masa bani israil adalah Maryam, dan sebaik-baik wanita zaman ini adalah khodijah”. (HR. bukhori dan muslim) . “Nabi Muhammad saw tidak pernah menikah dengan wanita lain sampai khodijah meninggal” (HR. muslim). Ibnu hajar berkata: hadits ini menunjukkan khodijah dan kehebatan beliau seorang istri sehingga bisa mencukupi 3 istri yang lain. Setelah menikah,  Nabi Muhammad saw hidup selama 38 tahun, 25 tahun bersama Khadijah, lainnya dibagi oleh istri yang lainnya.

Pertemuan dan Pernikahan  dengan Nabi Muhammad SAW

Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad Saw,  Khodijah pernah menikah dengan Abu Hallah dan dikaruniai dua orang anak yang bernama  Hindun (laki-laki) dan Hallah, berakhir pernikahannya karena suaminya meninggal dunia.

Setelah itu Khadijah menikah Atik Almahzumi, dan dikarunia seorang anak perempuan yang bernama  memiliki Hindun. Dan suaminya meninggal dunia, setelah kedua suaminya meninggal dunia dan meninggalkan warisan yang banyak, maka Khadijah menjadi wanita yang kaya raya. Mengembankan perdagangannya sampai di luar Makkah bahkan  melakukan perjalanan dagang ke Syam pada musim panas.

Khadijah mencari orang yang bisa menjalankan perdagangannya ke Syam, maka memilih Nabi Muhammad Saw untuk menjadi pemimpin kafilah dagang yang bisa mengembangkan dagangnya. Dan Nabi Muhammad Saw mendapatkan tawaran gaji yang besar.

Dalam berjalannya menuju Syam, Nabi Muhammad Saw didampingi orang kepercayaan Khadijah yang bernama Maisaroh, yang mendapatkan tugas untuk mendampingi beliau dan selalui memenuhi apa yang dimintanya.

Ketika sampai di Syam, maka dagangan laris terjual di Syam, Ketika hendak pulang ke Makkah, Nabi Muhammad Saw memerintahkan untuk  membaya barang datang dari Syam untuk di jual di Makkah, maka mendapatkan keuntungan yang berlipatganda.

Ketika sampai di Makkah maka Nabi Muhammad Saw melaporkan dengan jujur dan penuh keterbukaan kepada Khodijah binti Khuwalid. Maisaroh menceritakan pengalamannya bersama Muhammad Saw, dan sangat tertarik dengan akhlak nabi Muhammad Saw serta berbagai macam peristiwa yang terjadi.

Maka Khadijah ingin menjalin lebih dalam lagi dengan Muhammad Saw, dan ingin menikah dengan Nabi Muhammad Saw. Maka terbentur dengan budaya, karena tidak mungkin Khadijah mengungkapnya langsung dengan Nabi Muhammad Saw.

Khadijah adalah orang yang paling memiliki kemuliaan, paling kaya, sehingga semua laki-laki ingin meminang Khadijah, sehingga setiap orang yang kaya menyerahkan kekayaanya jika Khadijah mau dinikahinya, Dalam Riwayat Ibnu Saad: Khadijah meminta bantuan kepada Nafisah, untuk menyampaikannya kepada Nabi Muhammad saw, maka Nafisah mendatangi Muhammad Saw seraya berkata: wahai Muhammad apa yang menyebabkannya belum menikah? Nabi menjawab: saya gak punya modal untuk menikah, Nafisah berkata: bagaimana kalau semua biaya saya yang menanggung, maukah kamu saya tawarkan wanita yang sangat cantik, kaya raya, dia adalah Khadijah,  Nabi Muhammad menjadi: bagaimana saya bisa menikah dengannya? Nafisah menjawab: biar saya yang menanggung. Nabi menjawab: kalau bisa di atur saya mau, maka Nafisah memberitahu Khadijah: bahwa Nabi Muhammad Saw mau menikah dengannya.

Dalam riwayat lainnya: Khadijah langsung yang mengajukan langsung dirinya. Maka menikahlah Nabi Muhammad Saw dengan Khadijah. Dengan datang bersama keluarga besarnya untuk menikahi Khadijah. Yang akan menikahkannya adalah Ammar bin Asad bin Abdil Uzaa bin Kusai. Dan inilah pernikaha mulia. Dan menjadi contoh bagi keluarga muslim.

*pegiat sirah nabawiyah, Sekretaris Yayasan Al Uswah Centre Tuban, dan Ketua JSIT Korda Tuban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *