• ads

Seni dan Pendidikan Islam

By admin1
In Artikel
October 30, 2017
0 Comments
46 Views

allah jamilSesungguhnya Allah SWT itu Maha-Indah dan menyukai keindahan (Al-hadits)

Kaum muslimin akhir-akhir ini umumnya mendapatkan seni sebagai suatu masalah, Sehingga timbul berbagai pertanyaan terkait seni itu sendiri antara boleh, makruh, atau bahkan haram kah melakukan seuatu aktivitas terkait seni ini. Padahal sadar atau tidak banyak aktivitas kita yang berkaitan langsung dengan seni. Bahkan sebagian orang sudah menjadikan seni itu sebagai gaya hidup. Oleh karena itu saat ini banyak kita jumpai berbagai tempat hiburan yang ramai dikunjungi hanya sekedar mencari kesenangan. Dengan alasan menghilangkan kejenuhan dari berbagai aktifitas dunia kerja yang padat dan melelahkan. Lebih menyedihkan adalah sebagian penikmat dunia seni dan keramaian ini adalah kaum muda di usia produktif. Semua keadaan dan kondisi itu terjadi karena berawal dari jatuhnya makna seni budaya dan peradaban islam

Seni merupakan bentuk dari karya manusia yang mengandung keindahan, mengandung pesona karya dan rasa jika diamati dan dinikmati. Kemudian memberikan kepuasan dan kesenangan pada setiap jiwa manusia dan seni adalah keindahan yang memberikan kepuasan dalam kehidupan kita sehari-hari. Maka seni dan kesenian adalah suatu jelmaan dari rasa keindahan yang terwujud dari kerja manusia untuk mencapai kesejahteraan hidupnya. Disusun berdasarkan pemikiran-pemikirannya sehingga ia menjadi suatu karya yang indah dan menimbulkan kesenangan untuk dinikmati.

Seni merupakan fitrah yang Allah ciptakan dalam diri manusia, karena seni adalah keindahan, seni adalah rasa yang bisa dan boleh dinikamti oleh siapaun selama caranya baik, sebagaimana islam sangat mengapresiasi keindahan dan kebaikan, “Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang dihalalkan Allah, katakanlah dihalalkan kepadamu segala yang baik-baik” (Q.S Almaidah: 4), Kesenian memiliki khazanah tersendiri alam islam yang sudah berkembang sejak lama dan terus mendapat apresiasi tersendiri sampai saat ini.

Karena berbicara tentang seni itu berbicara tentang rasa dan keindahan maka sangat erat kaitanya dengan pendidikan. Mengapa demikian? Karena pendidikan itu bicara tentang jiwa, akal, ruhani dan jasmani. Inilah salah satu keistimewaan islam yang bahasannya mencakup semua hal secara lengkap sesuai dengan kebutuhan dalam batasan-batasan yang seimbang. Jika olah raga merupakan kebutuhan jasmani. Beribadah sebagai kebutuhan rohani, ilmu pengetahuan sebagai kebutuhan akal, maka seni merupakan kebutuhan rasa (intuisi). Yaitu seni yang dapat meningkatkan derajat dan kemulyaan manusia, bukan seni yang dapat menjerumuskan manusia dalam kehinaan.

Dalam dunia pendidikan salah satu manfaat seni adalah relatif rasa atau instuisi anak didik agar bisa seimbang dalam sikap. Kapan bersikap tegas, kapan bersikap lemah lembut tidak kaku dalam bersikap dan tetap memahami jika ada yang berbeda. Lemah lembut menyikapi perbedaan tidak memaksakan kehendak.

Begitulah islam memperhatikan kebutuhan manusia dari segi yang terkecil sekalipun. Hal yang kadang dianggap manusia tidak penting bahkan menjadi hal yang harus diperhatikan. Maka mengapresiasi seni adalah sebuah cara untuk menyeimbangkan hidup. Manusia dengan berbagai aktifitas yang menyibukkan butuh menjaga ritme berfikir yang jernih dan itu hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang mengapresiasi seni.

Salah satu contoh perhatian islam terhadap seni adalah anjuran untuk membaca alquran denga irama yang indah. Sebagai mana hadits Rasulullah ini, “Barangsiapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca alquran, maka ia bukan dari golongan kami.” Begitulah sabda Nabi tentang pentingnya menjaga keindahan membaca Alquran, dan ada banyak hal lain yang dianjurkan untuk mengapresiasi seni dalam kehidupan.

Dunia pendidikan pendidikan islam harus memperhatikan seni ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan berfikir anak didik agar kelak saat dewasa menjadi figur yang seimbang emosinya, bisa berempati kepada orang lain, tidak kaku dan tidak ingin menang sendiri, menghargai pendapat orang lain walaupun berbeda dengannya, itu semua bisa diasah dengan seni, senam,beladiri,nasyid-nasyid islami, tilawah denga bacaan yang indah dan lain-lain yang penting tetap dalam kewajaran dan tidak keluar dari tuntunan syariah.

*By: Ahmad Muadzin, S.Pd.I., Lc Direktur LPIT Al Uswah Tuban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *