• ads

Syahrul Qur’an (SQ): Semakin Dekat dengan Alquran, Hidup Menjadi Berkah

By admin1
In SMPIT Al Uswah
February 22, 2018
0 Comments
157 Views
foto SQ

dok. Naim/SMPIT

       Aluswah.com-Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Uswah Tuban merupakan lembaga pendidikan yang memiliki program unggulan salah satunya adalah tahfidz Alquran, demi kesuksesan program unggulan tersebut, Tim pengajar Alquran di SMPIT Al Uswah mempunyai beberapa kegiatan salah satunya adalah Syahrul Qur’an (SQ). Program yang rutin dilakukan untuk menjadikan siswa-siswinya hafiz-hafizah.

      Kegiatan Syahrul Qur’an (SQ) dilaksanakan selama satu bulan penuh, yaitu dimulai pada tanggal 16 Oktober 2017 dan berakhir pada tanggal 16 November 2017, ujung dari kegiatan Syahrul Qur’an ini adalah munaqasah Syahrul Qur’an (SQ) yang dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Desember 2017, bersamaan dengan penerimaan raport Semester I. Hari yang penuh ketegangan bagi siswa, para siswa mempersiapkan diri mulai malam hari dilanjutkan dini hari, mereka tidak lepas dari Alquran, mereka nampak sibuk untuk murojaah capaian hafalan selama Syahrul Qur’an.

     Adapun teknis dalam munaqasah Syahrul Qur’an (SQ) SMPIT Al Uswah Tuban ini dilaksanakan secara terbuka dalam artian yang menguji tidak hanya dari ustadz/ustadzah akan tetapi dari wali murid ikut menguji dan menyimak hafalan dari siswa SMPIT Al Uswah Tuban. Munaqasah  ini dilaksanakan sesuai dengan kelasnya masing-masing. Dan mungkin  menurut sebagian siswa menjadi motivasi sekaligus menjadi ajang uji mental mereka dihadapan orang tua dan juga wali murid yang lain, dan mungkin bagi siswa yang belum pernah merasakan ujian dihadapan orang banyak, munaqasah ini akan menjadi sebuah ketegangan dan pengalaman yang baru.

     Pelaksanaan Munaqsah Syahrul Qur’an (SQ) SMPIT Al Uswah Tuban pada tahun pelajaran 2017-2018 berjalan dengan lancar dengan ketuntasan mencapai 88 persen. Semoga dengan kegiatan ini menjadi motivasi bagi siswa SMPIT Al Uswah Tuban untuk meningkatkan capaian hafalannya tidak hanya secara kuantitas akan tetapi juga hafalan yang berkualitas, dan yang paling penting adalah siswa mampu menjadi generasi qur’ani yang mampu mengamalkan isi kandungan Alquran. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW: “Aku tinggalkan padamu dua hal, yang tidak akan sesat kamu selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Alquran dan sunnah Nabi-Nya.” (HR. Maliki)

foto SQ3

dok. Naim/SMPIT

    Untuk menggapai hidup bahagia, beragam cara dilakukan, bermacam jalan ditempuh. Sayangnya, tidak semua orang memilih cara dan menempuh jalan yang benar. Ada yang menganggap bahagia identik dengan berlimpah harta, sehingga tak peduli halal-haram, ambisinya hanya satu, berlimpah materi.

     Ada yang memaknainya dengan popularitas menjulang, sehingga dia rela melakukan apa saja, meski melanggar norma agama, tujuannya cuma satu, popularitas. Terdapat pula yang mendefinisikannya dengan menduduki jabatan yang tinggi, sehingga sikut kanan-kiri, cita-citanya hanya satu, jabatan yang tinggi. Ada juga yang mengartikannya dengan berderetnya gelar akademis yang mentereng, sehingga tak peduli meski melakukan plagiasi, keinginannya cuma satu, berburu gelar akademis yang bergengsi.

     Hidup berkah dan bahagiakah mereka setelah berhasil meraih semua yang mereka inginkan itu? Belum tentu. Kebahagiaan yang sesungguhnya ada di dalam hati yang damai, batin yang tentram, jiwa yang tenang. Kebahagiaan hakiki hanya dapat dicapai dengan memilih cara dan menempuh jalan yang diridai Allah. Dengan senantiasa bertakwa kepada Allah, menjalankan sunah Nabi, bersosial yang baik, membaca Alquran, menghafal, dan melakukan apa yang terkandung di dalamnya, bersedekah, dan perbuatan positif lainnya. Insyaallah keberkahan diraih. (crew/SMPIT/ed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *